Jumat, 27 September 2013

Pertanyaan Seputar Filsafat

1.    Mengapa manusia berfilsafat?
Pertanyaan ini sama saja dengan “mengapa manusia berpikir”. Dalam kuliah filsafat, kita bisa bereksperimen. Laboratoriumnya ada dimanapun dan setiap saat. Andaikata kita bereksperimen, manusia hanya memiliki perasaan tapi tidak memliki pikiran saja, maka kemungkinan manusia hanya bisa melakukan dua hal yaitu terus bercinta dan terus berperang. Ketika peresaannya damai maka manusia bercinta, namun jika perasaannya sedang kacau maka manusia berperang. Sebaliknya, sebagai contoh manusia yang membuat film alien maka kita bereksperimen bahwa manusia hanya memiliki pikiran saja, tidak memliki perasaan. Karena dalam film tersebut penuh dengan pikiran; teknologi macam-macam, senjata, alien yang menguasai dunia dan lainnya.
2.    Apa landasan pertama bagi para filsuf?
Landasan pertama para filsuf adalah rasa ingin tahu, karena ingin merubah mitos menjadi logos.
3.    Filsafat apa yang paling pertama?
Filsafat alam merupakan filsafat yang pertama muncul dan objeknya adalah benda-benda alam, benda-benda disekitar kita.
4.    Berakhir dimana filsafat itu?
Filsafat itu harus berhenti didepan spiritual, harus berhenti di area spiritual. Artinya, ada saatnya ketika manusia akan berdo’a, maka mereka harus menghentikan pikirannya itu.
5.    Mengapa filsafat susah dipahami setiap orang?
Filsafat itu dimensi, filsafat itu mengkomunikasikan dimensi yang ada. Adakalanya orang hidup merasa nyaman pada dimensi tertentu saja. Misalnya dimensi bisnis, dimensi petani, dimensi material, dimensi spiritual. Filsafat itu mengkomunikasikan antara dimensi yang satu dengan dimensi yang lain dengan menggunakakn bahasa analog. Contoh bahasa analog “nama saya Tomy”. Bahasa analog itu bahasa metafisik. Dalam contoh tadi mempunyai arti bahwa dibalik nama itu terkandung makna, kenapa diberi nama tomy. Itulah mengapa filsafat sulit dipahami banyak orang, karena menggunakan bahasa analog.
6.    Bagaimana filsafat bersinergi dengan kehidupan?
Fisafat sendiri itu hidup, jadi ketika masih ada kehidupan maka disitulah filsafat ada.
7.    Apakah ada tingkatan-tingkatan dalam berfilsafat?
Jawabannya ada. Seperti nilai, si A dapat nilai 10, si B dapat nilai 8, si C dapat nilai 7, itukan bertingkat-tingkatkan. Tingkatan-tingkatan bergantung kepada pikirannya bertingkat, metodenya bertingkat, dan objeknya bertingkat.
8.    Bagaimana pandangan fisafat mengenai alam akhirat?
Antara dunia nyata ini dengan akhirat semuanya objek filsafat adalah yang ada dan yang mungkin ada. Semua yang terbenak dalam hati manusia pasti ada.
9.    Apakah filsafat mempunyai rumus?
Ya, yaitu punya tiga pilar: ontologi (hakekat), epistimologi (pendekatan) dan aksiologi (kebaikan). Itu adalah rumus filsafat. Di dunia ini mempunyai 2 hukum, yaitu hukum identitas dan hukum kontradiksi (kalau tidak identitas).
10.    Kapan orang bisa berfilsafat?
Kapan saja.

Minggu, 08 September 2013

Deduktivisme

Deduktivisme merupakan lawan dari induktivisme. Deduktivisme yaitu sebuah pemikiran yang diawali oleh pernyataan umum lalu dikembangkan/diperjelas oleh pernyataan-pernyataan khusus. Pemikiran ini bisa bisa berupa buku, penelitian/tesis, artikel, diskusi atau semacamnya.
Langkah-langkah dalam penelitian yang menggunakan deduktivisme sebagai berikut:
1. Mendapati permasalahan
2. Membuat hipotesis (dugaan/jawaban sementara) ==> umum
3. Mencari data-data yang mendukung hipotesis ==> khusus
4. Melakukan uji coba/eksperimen (mengolah data-data yang didapat)
5. Menyimpulkan, apakah hipotesis nya benar atau tidak.

Strukturalisme

Strukturalisme merupakan suatu aliran/gerakan filsafat yang menyatakan bahwa masyarakat dan kebudayaannya mempunyai struktur yang sama. Strukturalisme mengkaji pikiran/ide yang dikeluarkan manusia; adat-istiadat, bahasa, simbol-simbol, gagasan, tanda-tanda, itu semua sudah terstruktur. Intinya segala sesuatu yang diciptakan oleh manusia (kebudayaan) adalah kajian dari strukturalisme.

Hermeneutik

Hermeneutik merupakan sebuah metode/teori/ilmu yang berkaitan dengan interpretasi/terjemahan/penafsiran. Ilmu hermeneutik tidak hanya menafsirkan apa yang ada di buku teks (menafsirkan sebuah kitab misalnya) namun juga menafsirkan yang non-teks seperti mempelajari dibalik segala fenomena yang terjadi di alam semesta ini, hakikat terjadinya seperti apa, apa yang bisa dipahami dari fenomena itu, bagaimana cara untuk memahaminya, bagaimana pemahaman itu bisa terwujud, dan lainnya.

Nomena

Nomena merupakan lawan dari fenomena. Kalau fenomena adalah segala sesuatu yang dapat dirasakan oleh panca indera sedangkan nomena adalah segala sesuatu yang tidak dapat dirasakan oleh panca indera. Dalam nomena, segala sesuatu itu ada, tapi tidak bisa dijelaskan oleh panca indera, bentuk/wujudnya seperti, rasanya bagaimana, yang jelas tidak bisa dilihat, dirasa, dicium, atau dibicarakan. Walaupun ada, tapi ia ada diluar batas pengetahuan kita/kita hanya meyakini keberadaannya saja. Membayangkannya saja kita tidak bisa. Misalnya surga, kita hanya tahu surga itu ada, namun surga itu tidak dapat kita rasakan, untuk membayangkannya saja kita tidak tahu. Kita tidak diberikan pengetahuan yang lebih mengenai nemona itu, hanya sekedar tahu saja bahwa itu ada.

Analitik dan sintetik



Analitik dan sintetik, merupakan dua istilah yang berbeda dalam sebuah perkataan. Perkataan yang tidak membutuhkan pengetahuan dari luar disebut analitik, sedangkan perkataan yang  membutuhkan pengetahuan dari luar disebut sintetik.
Contoh:
Analitik: Guru mengajar murid di sekolah (sudah jelas sebutan guru adalah orang yang mengajar murid di sekolah)
Sintetik: Siswa itu baik (belum tentu, harus dicari tahu apakah betul siswa tersebut baik atau tidak)

Apriori dan Aposteriori

Apriori dan aposteriori, adalah dua istilah pada ilmu filsafat yang membahas dari mana sumber pengetahuan itu, berdasarkan pengalaman atau tidak. Sumber pengetahuan yang tidak berdasarkan pengalaman atau bebas pengalaman disebut apriori, misalnya “umat islam wajib melaksanakan shalat 5 waktu” (disebut apriori karena umat islam tidak mengalami proses diperintahkannya shalat itu dan mengapa hanya 5 waktu, tidak punya pengalaman selain Nabi). Sedangkan sumber pengetahuan yang berdasarkan pengalaman atau perlu pengalaman disebut aposteriori, misalnya “komputer bermerek N harganya 3 juta” (disebut aposteriori karena kita perlu menanyakan kepada toko/penjual berapa harga komputer itu.

Metafisika

Walaupun kita tidak terlalu memahami betul tentang definisi metafisika dalam makna yang sebenar-benarnya, karena dalam mendefinisikan metafisika membutuhkan pemikiran yang khusus dan mendalam namun setidaknya kita tahu apa itu metafisika. Metafisika merupakan cabang filsafat yang mempelajari tentang bagaimana segala sesuatu itu dapat terjadi dan menjadi ada. Para filsuf berbeda pendapat mengenai penyebab terjadinya, ada yang mengatakan sebab terjadinya itu karena terdapat unsur gaib (yang disebut istilah supernaturalisme), sebaliknya ada yang mengatakan bahwa sebab terjadinya itu karena dalam dirinya mempunyai kekuatan untuk melakukannya (yang disebut istilah naturalisme). Kita yang beragama islam tentu tahu mengapa sebab terjadinya, karena semua ini sudah ada yang menciptakan dan mengatur yaitu Allah SWT.

Sabtu, 07 September 2013

Fenomenologi

Fenomenologi merupakan sebuah ilmu yang mempelajari tentang peristiwa/gejala yang terjadi pada alam semesta ini umumnya, dan manusia untuk lebih khususnya, sehingga merupakan sumber ilmu bagi manusia untuk mempelajarinya lebih lanjut. Ilmu tersebut memuat bagaimana terjadinya fenomena itu, mengapa bisa terjadi, sebabnya bagaimana, akibatnya seperti apa, apa hikmah yang terkandung didalamnya dan lainnya. Dalam persefektif agama, manusia yang mempelajari fenomena, burung yang terbang, ikan berenang, kaktus yang tumbuh di padang pasir, pelangi yang muncul tatkala hujan berhenti dan tersinari matahari, manusia yang mampu menjejakkan kakinya di bulan dan lainnya, maka ia akan bertambah kuat akan imannya bahwa semua yang terjadi di alam ini sudah ada yang mengatur dari hal sekecil apapun sampai yang terbesar sekalipun. Subhanallah.

EPOCHE

Epoche adalah suatu keadaan dimana kita hanya terdiam dalam memikirkan sesuatu terhadap benda atau apapun itu atau menunda suatu perbuatan yang akan kita untuk memutuskan/melakukannya padahal perbuatan tersebut menurut kita sudah benar untuk dilakukan. Itu terjadi mungkin karena dalam diri kita masih terdapat keragu-raguan/kebimbangan antara benar atau salah, baik atau buruk, bagus atau tidak terhadap apa yang kita pikirkan itu.

Refleksi Pertemuan 1 MK Filsafat Ilmu


Pertemuan 1
Filsafat ==> tata cara adab sopan santun yang bertujuan agar santun terhadap yang ada dan yang mungkin ada.
A.    3 pilar filsafat (umum):
1.    Ontology (Hakiki)
2.    Epistemologi (Pendekatan/Cara)
3.    Aksiologi (Kebenaran/Kebaikan)

B.    Metode filsafat yakni Hermenetika/ terjemahan.
C.    Alat filsafat yakni bahasa analog
Dalil-dalil yang dikemukakan oleh Prof. Dr. Marsigit, MA
“Sehebat-hebat GERAKANMU, engkau tidak akan pernah memenuhi semua TULISANMU”
“Sehebat-hebat TULISANMU, engkau tidak akan pernah memenuhi semua KATA-KATAMU”
“Sehebat-hebat KATA-KATAMU, engkau tidak akan pernah memenuhi semua PIKIRANMU”
“PIKIRANMU ada dalam HATIMU”


Contoh bahasa orang filsuf:
Apodiktif ==> rigor (b. ing) ==> konsisten

Wisdom menurut Al-Quran

Dalam islam, wisdom/hikmah adalah salah satu anugerah terbesar yang diberikan Allah kepada hamba-Nya yang dikehendaki. 
Firman Allah:
 


Artinya: “Allah menganugerahkan Al Hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan Barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)”. (Q.S. Al-Baqarah: 269)

Ayat diatas menjelaskan bahwa Allah memberikan hikmah/wisdom kepada hamba yang dikehendak-Nya. Tentu saja diberikannya kepada orang yang mau menerima hidayah/petunjuk dari Allah SWT karena tidak menutup kemungkinan ada orang yang diberi hidayah tapi ia enggan untuk menerimanya. Hikmah yang diberikan Allah bisa berupa pengetahuan, karena manusia mempunyai satu komponen dalam dirinya untuk berpikir, yaitu akal. Dengan akalnya ia berpikir dan tahu mana yang baik mana yang buruk, mana yang hak dan mana yang batil, mana yang harus dikerjakan dan mana yang harus ditinggalkan. Sehingga dengan itu semua manusia bisa menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Jumat, 06 September 2013

RPP Kajian Masalah Pendidikan Matematika

Pertemuan
Kompetensi Dasar
Materi Pokok
KBM
Evaluasi
1
Mahasiswamemahamikawasanmasalahpendidikanmatematika
Permasalahandalampendidikanmatematika
Ekspositoridandiskusi
TJ, TK, dan TI
2
Mahasiswamemahamimasalahperkembangankognitif, sosial, atau mental dalampembelajaranmatematika
Penelitiandalamperkembangankognitif, sosial, atau mental
Presentasidandiskusi
TJ, PD, TK, UTS, dan UAS
3
Mahasiswamemahamimasalahpembelajaranketerampilan
Penelitiandalammasalahpembelajaranketerampilan
Presentasidandiskusi
TJ, PD, TK, UTS, dan UAS
4
Mahasiswamemahamimasalahpembelajarankonsepdanprinsip
Penelitiandalammasalahpembelajarankonsepdanprinsip
Presentasidandiskusi
TJ, PD, TK, UTS, dan UAS
5
Mahasiswamemahamipenelitianpadapemecahanmasalah
Penelitianpendidikanmatematikapadapemecahanmasalah
Presentasidandiskusi
TJ, PD, TK, UTS, dan UAS
6
Mahasiswamemahamimasalahperbedaanindividudalampembelajaranmatematika
Penelitianpendidikanmatematikapadaperbedaanindividu
Presentasidandiskusi
TJ, PD, TK, UTS, dan UAS
7
Mahasiswamemahamimasalahpenelitianpadaranahafektif
Penelitianpadaranahafektifpadapendidikanmatematika
Presentasidandiskusi
TJ, PD, TK, UTS, dan UAS
8
Mahasiswamenguasaimateripertemuanminggupertamasampaimingguke 7

UTS

UTS
TI, TK, dan UTS
9
Mahasiswamemahamimasalahpenelitianpadakurikulumdanpembelajaran(pendekatan, strategi, ataumetode) matematika
Penelitian-penelitianpadapembelajaranmatematika
Presentasidandiskusi
TJ, PD, TK, dan UAS
10
Mahasiswamemahamimasalahpenelitianpadamasalahpendidikan guru/dosen LPTK matematika
Penelitian-penelitianpadapembelajaranmatematika
Presentasidandiskusi
TJ, PD, TK, dan UAS
11
Mahasiswamemahamimasalahpenelitianpadaprestasibelajarmatematikaatauunjukkerjasiswa
masalahpenelitianpadapendidikan guru
Presentasidandiskusi
TJ, PD, TK, dan UAS
12
Mahasiswamemahamimasalah yang berkaitandenganasesmenpembelajaranmatematika
Masalah-masalah yang berkaitandenganprestasiatauunukkerjasiswa
Presentasidandiskusi
TJ, PD, TK, UTS, dan UAS
13
Mahasiswadapatmenyempurnakantopikmasalah yang akanditelitidanstrategipenyelesaiannya
Masalahasesmendalampembelajaranmatematika
Presentasidandiskusi
TJ, PD, TK, dan UAS
14
Mahasiswadapatmenyempurnakantopikmasalah yang akanditelitidanstrategipenyelesaiannya
Masalah-masalahdalambidangpendidikanmatematika yang diperolehdaripengamatan di lapangan (kelas/ sekolah/ lembaga)
Seminar dandiskusi
TI, PD, TJ,  dan UAS
15
Mahasiswadapatmenyempurnakantopikmasalah yang akanditelitidanstrategipenyelesaiannya
Masalah-masalahdalambidangpendidikanmatematika yang diperolehdaripengamatan di lapangan (kelas/ sekolah/ lembaga)
Seminar dandiskusi
TI, PD, TJ,  dan UAS
16
Mahasiswadapatmenyempurnakantopikmasalah yang akanditelitidanstrategipenyelesaiannya
Masalah-masalahdalambidangpendidikanmatematika yang diperolehdaripengamatan di lapangan (kelas/ sekolah/ lembaga)
Seminar dandiskusi
TI, PD, TJ,  dan UAS